Kamis, 21 April 2016

Pondasi Tiang Pancang

pondasi tiang pancang
Pondasi tiang pancang adalah suatu konstruksipondasi yang mampu menahan gaya orthogonal ke sumbu tiang dengan jalan menyerap lenturan.Pondasi tiang pancang dibuat menjadi satu kesatuan yang monolit dengan menyatukan pangkal tiang pancang yang terdapat di bawah konstruksi dengan tumpuan pondasi.

Pelaksanaan pekerjaan pemancangan menggunakan diesel hammer. Sistem kerja diesel Hammer adalah dengan pemukulan sehingga dapat menimbulkan suara keras dan getaran pada daerah sekitar. Itulah sebabnya cara pemancangan pondasi ini menjadi permasalahan tersendiri pada lingkungan sekitar.

Permasalahan lain adalah cara membawa diesel hammer kelokasi pemancangan harus menggunakan truk tronton yang memiliki crane. Crane berfungsi untuk menaikkan dan menurunkan. Namun saat ini sudah ada alat pancang yang menggunakan system hidraulik hammer dengan berat 3 – 7 ton.

Pekerjaan pemukulan tiang pancang dihentikan dan dianggap telah mencapai tanah keras jika pada 10 kali pukulan terakhir, tiang pancang masuk ke tanah tidak lebih dari 2 cm.

Berikut ini cara sederhana untuk menghitung kebutuhan pondasi tiang pancang dan penampang tiang pancang yang akan digunakan :

Misalnya didapat brosure produk tiang pancang segitiga ukuran 25/25. Jika daya dukung setiap tiangnya mencapai 2 ton maka berapakah jumlah tiang dalam setiap kolomnya?

Adapun tahap perhitungannya adalah sebagai berikut:

  • Denah bangunan dibagi-bagi di antara kolom-kolom untuk mengetahui berat yang harus dipikul setiap  pondasi. Dapat juga semua luas denah bangunan dijumlahkan kemudian dibagi ke dalam beberapa titik pondasi dalam setiap kolomnya. Cara kedua ini memiliki kelemahan karena beban di pinggir kolom tentu saja berbeda dengan beban di tengah.
  • Selanjutnya total volume beton dikalikan dengan berat jenis beton, volume lantai dikalikan berat jenis lantai, demikian seterusnya untuk tembok, kayu, genteng, dan sebagainya. Hasilnya dijumlahkan sehingga diperoleh berat = X ton.
  • Selain itu juga dihitung jumlah beban hidup untuk jenis bangunan tersebut. Misalnya beban rumah tinggal 200 Kg/m2. Sehingga diperoleh 200 kg dikalikan dengan seluruh luas lantai, misalnya Y ton.
  • Jumlah semua beban tersebut yaitu : X ton +  Y ton. Misalnya, hasil penjumlahannya 48 ton. Dengan demikian kebutuhan tiang pancang adalah 48 ton : 25 ton atau sekitar dua buah tiang pancang pada satu titik kolom. Jadi jumlah tiang pancang untuk bangunan tersebut adalah hasil perkalian antara jumlah kolom dengan dua titik pancang.
  • Hasil tersebut hanya untuk sebuah tiang pancang yang ukurannya 6 meter setiap batangnya. Bila kedalaman tanah keras adalah 9 meter, maka diperlukan dua buah tiang pancang per titiknya.
  • Hitungan sederhana tersebut mengabaikan daya dukung tanah hasil laboratorium dan daya lekat tanah si sepanjang  tiang pancang. Bila hal tersebut dihitung, jumlah tiang pancang tentu akan berkurang. Bahkan cara perhitungannya tidak sesederhana hitungan di atas.

1. Ukuran Tiang Pancang

Berbagai ukuran tiang pancang yang ada pada intinya dapat dibagi dua, yaitu :  
MINIPILE dan MAXIPILE.

a. Minipile (Ukuran Kecil)

Tiang pancang berukuran kecil ini digunakan untuk bangunan-bangunan bertingkat rendah dan tanah relative baik. Ukuran dan kekuatan yang ditawarkan adalah:
  • Berbentuk penampang segitiga dengan ukuran 28 dan 32.
  • Berbentuk bujur sangkar dengan ukuran 20x20 dan 25x25.
- Tiang pancang berbentuk penampang segitiga berukuran 28 mampu menopang beban 25 – 30 ton
- Tiang pancang berbentuk penampang segitiga berukuran 32 mampu menopang beban 35 – 40 ton.
- Tiang pancang berbentuk bujur sangkar berukuran 20x20 mampu menopang tekanan  30 – 35 ton
- Tiang pancang berbentuk bujur sangkar berukuran 25 x 25 mampu menopang tekanan 40 – 50 ton.

b. Maxipile (Ukuran Besar)

Tiang pancang ini berbentuk bulat (spun pile) atau kotak (square pile). Tiang pancang ini digunkan untuk menopang beban yang besar pada bangunan bertingkat tinggi. Bahkan untuk ukuran 50x50 dapat menopang beban sampai 500 ton.

2. Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan :
-    Karena dibuat dengan system pabrikasi, maka mutu beton terjamin.
-    Bisa mencapai daya dukung tanah yang paling keras.
-    Daya dukung tidak hanya dari ujung tiang, tetapi juga lekatan pada sekeliling tiang.
-    Pada penggunaan tiang kelompok atau grup (satu beban tiang ditahan oleh dua atau lebih tiang), daya dukungnya sangat kuat.
-    Harga relative murah bila dibanding pondasi sumuran.
Kekurangan :
-    Untuk daerah proyek yang masuk gang kecil, sulit dikerjakan karena factor angkutan.
-    Sistem ini baru ada di daerah kota dan sekitarnya.
-    Untuk daerah dan penggunaan volumenya sedikit, harganya jauh lebih mahal.
-    Proses pemancangan menimbulkan getaran dan kebisingan.

3. Keuntungan dan Kerugian menurut teknik pemasangan

a. Pondasi tiang pancang pabrikan.

Keuntungan:
  • Karena tiang dibuat di pabrik dan pemeriksaan kwalitas sangat ketat, hasilnya lebih dapat diandalkan.
  • Pelaksanaan pemancangan relative cepat, terutama untuk tiang baja. Walaupun lapisan antara cukup keras, lapisan tersebut masih dapat ditembus sehingga pemancangan ke lapisan tanah keras masih dapat dilakukan.
  • Persediaannya culup banyak di pabrik sehingga mudah diperoleh, kecuali jika diperlukan tiang dengan ukuran khusus.
  • Untuk pekerjaan pemancangan yang kecil, biayanya tetap rendah.
  • Daya dukungnya dapat diperkirakan berdasar rumus tiang pancang sehingga pekerjaankonstruksinya mudah diawasi.
  • Cara pemukulan sangat cocok untuk mempertahankan daya dukung beban vertical.
Kerugian :
  • Karena pekerjaan pemasangannya menimbulkan getaran dan kegaduhan maka pada daerah yang berpenduduk padat akan menimbulkan masalah di sekitarnya.
  • Untuk tiang yang panjang, diperlukan persiapan penyambungan dengan menggunakan pengelasan (untuk tiang pancang beton yang bagian atas atau bawahnya berkepala baja). Bila pekerjaan penyambungan tidak baik, akibatnya sangat merugikan.
  • Bila pekerjaan pemancangan tidak dilaksanakan dengan baik, kepala tiang cepat hancur. Sebaiknya pada saat dipukul dengan palu besi, kepala tiang dilapisi denga kayu.
  • Bila pemancangan tidak dapat dihentikan pada kedalaman yang telah ditentukan, diperlukan perbaikan khusus.
  • Karena tempat penampungan di lapangan dalam banyak hal mutlak diperlukan maka harus disediakan  tempat yang cukup luas.
  • Tiang-tiang beton berdiameter besar sangat berat, sehingga sulit diangkut atau dipasang. Karena itu diperlukan mesinpemancang yang besar.
  • Untuk tiang-tiang pipa baja, diperlukan tiang yang tahan korosi.

b. Pondasi Tiang yang Dicor di Tempat

Keuntungan:
  • Karena pada saat melaksanakan pekerjaan hanya terjadi getaran dan keriuhan yang sangat kecil maka pondasi ini cocok untuk pekerjaan pada daerah yang padat penduduknya.
  • Karena tanpa sambungan, dapat dibuat tiang yang lurus dengan diameter besar dan lebih panjang.
  • Diameter tiang ini biasanya lebih besar daripada tiang pracetak atau pabrikan.
  • Daya dukung sstiap tiang lebih besar sehingga beton tumpuan (Pile cap) dapat dibuat lebih kecil.
  • Selain cara pemboran di dalam arah berlawanan dengan putaran jam, tanah galian dapat diamati secara langsung dan sifat-sifat tanah pada lapisan antara atau pada tanah pendukung pondasi dapat langsung diketahui.
  • Pengaruh jelek terhadap bangunan di dekatnya cukup kecil.
Kerugian :
  • Dalam banyak hal, beton dari tubuh tiang diletakkan di bawah air dn kualitas tiang yang sudah selesai lebih rendah dari tiang-tiang pracetak atau pabrikan. Disamping itu, pemeriksaan kualitas hanya dapat dilakukan secara tidak langsung.
  • Ketika beton dituangkan, dikawatirkan adukan beton akan bercampur dengan reruntuhan tanah. Oleh karena itu, beton harus segera dituangkan dengan seksama setelah penggalian tanah dilakukan.
  • Walaupun penetrasi sampai ke tanah pendukung pondasi dianggap telah terpenuhi, terkadang tiang pendukung kurang sempurna karena ada lumpur yang tertimbun di dasar.
  • Karena diameter tiang cukup besar dan memerlukan banyak beton, maka untuk pekerjaan yang kecil dapat mengakibatkan biaya tinggi.
  • Karena pada cara pemasangan tiang yang diputar berlawanan arah jarum jam menggunakan air maka lapangan akan menjadi kotor. Untuk setiap cara perlu dipikirkan cara menangani tanah yang telah dibor atau digali.

Rabu, 20 April 2016

Contoh Perhitungan Tiang Pancang Mini Pile

Selamat malam sobat bloger,
Berikut ini contoh perhitungan Tiang pancang beton mini pile dia. 30 cm.
3.5 Perhitungan Fondasi Tiang Pancang
Perhitungan fondasi sesuai dengan SNI 03-2847-2002 tentang tata cara perencanan Struktur Beton Untuk Bangunan Gedung. Dalam SNI tersebut disebutkan bahwa nilai faktor reduksi ( ø ) untuk geser adalah 0,65.
Kedalaman fondasi sesuai dengan hasil penyelidikan tanah adalah 24 m dari muka tanah asli. Pada kedalaman tersebut, nilai konus hasil sondir (qc)= 150 kg/cm2 dan jumlah hambatan lekat (Tf) = 1000 kg/cm.
Adapun spesifikasi dari tiang pancang yang digunakan adalah:
  • Mutu beton (f’c) =30 Mpa
  • Mutu baja (fy) = 400 Mpa
  • Ukuran = ø 30 cm
  • Luas penampang = 706,86 cm2
  • Keliling = 94,25 cm
3.5.1 Perhitungan Daya Dukung Tiang Pancang
3.5.1.1 Berdasarkan Kekuatan Bahan
Tegangan tekan beton yang diijinkan yaitu:
σb = 0,33 . f’c ; f’c =30 Mpa = 300 kg/cm2
σb = 0,33 . 300 = 99 kg/cm2
Ptiang = σb . Atiang
Ptiang = 99 . 706,86 = 69978,98 kg = 69,98 t
dimana:
Ptiang = Kekuatan pikul tiang yang diijinkan
σ= Tegangan tekan tiang terhadap penumbukan
Atiang = Luas penampang tiang pancang
3.5.1.2 Berdasarkan Hasil Sondir
Daya dukung tiang dihitung dengan formula sebagai berikut:
Dimana:
qc = Nilai konus hasil sondir (kg/cm2)
A= Luas permukaan tiang (cm2)
Tf = Total friction (jumlah hambatan lekat, kg/cm)
As = Keliling tiang pancang (cm)
Data hasil sondir untuk kedalaman -24 m, didapatkan:
Ø qc = 150 kg/cm2
Ø T= 1000 kg/cm
= 66759,67 kg= 66,759 t
Sehingga daya dukung yang menentukan adalah daya dukung berdasrkan data sondir,
Ptiang = 66,759 t ~ 66,76 t.
3.5.2 Menentukan Jumlah Tiang Pancang
Untuk menentukan jumlah tiang pancang yang dibutuhkan digunakan rumus acuan sebagai berikut:
Dimana: n = jumlah tiang pancang yang dibutuhkan
P = gaya vertikal (ton)
Ptiang = daya dukung 1 tiang (ton)
Tabel 1 Perhitungan Jumlah Tiang Pancang
TiangP (ton)P tiang (ton)nPembulatan
P113066,761,953

3.5.3 Menghitung Efisiensi Kelompok Tiang Pancang
dimana:
m = Jumlah baris
n = Jumlah tiang satu baris
Ө = Arc tan dalam derajat
d = Diameter tiang (cm)
S = Jarak antar tiang (cm)
– syarat jarak antar tiang
– syarat jarak tiang ke tepi
Tipe poer (pile cap) yang digunakan dapat dilihat pada gambar di bawah ini:
Gambar 1 Tipe Pile Cap (P1)
Tabel 2 Perhitungan Efisiensi Kelompok Tiang
PoerD (cm)S (cm)mnqefisiensi
P130902118.4340,20510,795


Tabel 3 Perhitungan Daya Dukung Kelompok Tiang
PoerEfisiensiPtiang (ton)Satu tiang (ton)Jumlah tiangDaya dukung group (ton)Cek
P10,79566,7653,073159,22> 130 ton

3.5.4 Kontrol Terhadap Geser Pons
3.5.4.1 Pile Cap (P1)
Karena kolom tidak tertumpu pada pile, maka P yang di perhitungkan adalah P kolom.
P = 130 ton
h (tebal pile cap) = 0,6 m
t = 45,14 t/m2
t = 4,51 kg/cm2 < 11,258 kg/cm2
(tebal pile cap cukup, sehingga tidak memerlukan tulangan geser pons).
3.5.5 Penulangan Pile Cap
3.5.5.1 Pile Cap (P1)
Penulangan didasarkan pada:
Pmaks = ΣP/3 = 130 t /3 = 43,33 ton
Pmaks < Ptiang = 43,33 < 53,07
Mx = 43,33 x 0.45 = 19,49 tm
My = 43,33 x 0,52= 22,53 tm
Penulangan Arah x
Mu = 19,49 tm = 149,9 kNm
Tebal pelat (h) = 600 mm
Selimut beton (p) = 70 mm
Diameter tulangan (øD) = 19 mm
Tinggi efektif arah x (dx) = h – p – ½ øD
= 600 – 70 – ½ .19
= 520,5 mm = 0,5205 m
kN/m2
Dengan rumus abc didapatkan nilai ρ = 0,001752
Pemeriksaan syarat rasio penulangan (ρmin < ρ < ρmax)
ρ < ρmin maka dipakai ρmin
As = ρ.b.d.106
= 0,0035 . 1 . 0,5205 . 106
= 1821,75 mm2
Dipakai tulangan D19 – 150 (As terpasang = 1890,2 mm2 > 1821,74 mm……… OK !!!)
Penulangan Arah y
Mu = 22,53 tm = 225,3 kNm
Tebal pelat (h) = 600 mm
Penutup beton (p) = 70 mm
Diameter tulangan (øD) = 19 mm
Tinggi efektif arah x (dx) = h – p – ½ øD
= 600 – 70 – ½ .19
= 520,5 mm = 0,5205 m
kN/m2
Dengan rumus abc didapatkan nilai ρ = 0,002652
Pemeriksaan syarat rasio penulangan (ρmin < ρ < ρmax)
ρ < ρmin maka dipakai ρmin
As = ρ.b.d.106
= 0,0035 . 1 . 0,5205 . 106
= 1821,75 mm2
Dipakai tulangan D19 – 150 (As terpasang = 1890,2 mm2 > 1821,75 mm……. OK!!!)
Semoga bermanfaat.

Selasa, 05 April 2016

Kusen Aluminium Alexindo

Ingin Tau Tentang Kusen Aluminium Alexindo ?

Sering saya mendengar konsumen saya dan juga orang banyak yang menyebut-nyebut nama Kusen Aluminium Alexindo , yang diantara mereka ada sebagian yang sudah mengerti atau pura-pura mengerti, dan sebagian lagi ada yang sama sekali belum tau .Nama Alexindo memang bisa dibilang top brand nya pabrik aluminium di Indonesia selain YKK dan superex.

Untuk kontraktor,desainer,arsitek,konsultan dll, nama kusen Aluminium Alexindo mungkin sudah tidak asing lagi.. Buat masyarakat awam, mereka rata-rata mengenal nya dari teman atau media.Lalu bagaimana dengan kualitas nya? Bagaimana jika dibandingkan dengan Kusen Aluminium YKK ? atau merek lain semisal Superex , dll?

Berikut ulasan dari saya pribadi sebagai pemasang kusen aluminium sejak tahun 1995.

Finishing warna Kusen Aluminium Alexindo

Kusen Aluminium Alexindo sudah saya kenal sejak saya pertama kali mengenal dunia aluminium kaca. Bahkan kusen merek ini lah yang pertama kali saya kenal. Kusen merek aleksindo dari segi finishing warna, terlihat halus tida bergaris ( hailine). Warna standar nya ada tiga : yaitu silver anodised atau CA atau juga Natural ; lalu ada Hitam Anodised dan Coklat Anodised.

Anodised adalah sebuah proses pewarnaan aluminium menggunakan bahan kimia dan energi listrik

Warna Non Standar

Selain warna anodised , ada juga warna lain yang tdak standar, yaitu warna yang di cat powder coating. Ada warna putih, biru,merah,kuning, cream, hijau dll. Jenis warna powder coating ini sangat jauh lebih kuat dibanding dengan cat duco biasa.

Ukuran Kusen Almunium Alexindo
Ukuran Kusen Almunium Alexindo

Ukuran Kusen

Ada dua ukuran kusen standar yang banyak beredar dipasaran umum , yaitu kusen 3 inch , yaitu kusen dengan ukuran 7,6 cm X 3,8 cm. Dan kusen 4 inch , yaitu ukuran 10,2 cm X 4,4 cm. Ukuran ini adalah ukuran kusen yang sudah lumrah dan sering dipakai oleh aplikator almunium di Indonesia. Jadi jika anda ingin  memesan kusen aluminium, pasti anda akan ditanya hal ini.

Tebal Plat Aluminium

Untuk ketebalan, sebenarnya bisa dipesan sesuai keinginan konsumen, namun butuh waktu tunggu yang lumayan  lama serta harus dipesan dalam jumlah tertentu ( minimal order). Jadi untuk yang standar dipasaran, Kusen Aluminium Alexindo tersedia dengan tebal plat antara 1 mm s/d 1,15 mm. Ketebalan ini tentu sudah didesain untuk kuat menopang beban kaca dan angin, dengan ketinggian yang dipersyaratkan.

Jadi anda tidak perlu kuatir soall tebal plat nya. Untuk bahan kusen aluminium, ketebalan 1 mm sudah standar . Hanya saja ada batasan tertentu yang hanya orang berpengalaman yang mengerti kekuatan nya.
Soal kekuatan , Kusen Aluminium Alexindo juga sangat baik, di potong dan di assembling nya mudah.Tidak seperti bahan merek tertentu yang mudah patah, atau pengok.

Merek Aluminum Lain Yang Setara

Sebenarnya ada satu merek yang katanya satu pabrik dengan aleksindo, di jual dengan harga sedikit dibawah kusen alexindo. Kualitasnya tidak jauh beda, bahkan saya sering menyarankan kepada konsumen untuk memakai bahan ini, terutama untuk konsumen yang menginginkan bahan kusen aluminium yang paling murah, paling ekonomis.

Kesimpulan:

Kusen Aluminium Alexindo  itu cocok dan bagus untuk diaplikasikan sebagai kusen rumah, atau kusen kantor anda.Silahkan hubungi saya aja yah jika ada yang ingin pesanKusen Aluminium Alexindo di :
0812-926-3706 atau email : alumkaca(at)gmail.com   ( Bahrul Ulum )

lafond Rumah – Berbagai Jenis Bahan dan Karakteristiknya

Plafond atau langit-langit rumahmerupakan bidang pembatas antara atap rumah dan ruangan di bawahnya. Ketinggian plafond atau langit-langit rumah umumnya berkisar antara 2,75 s/d 3,75 m. Plafond rumah memiliki banyak fungsi, fungsi utama dari plafond adalah untuk menjaga kondisi suhu di dalam ruangan akibat sinar matahari yang menyinari atap rumah. Udara panas di ruang atap ditahan oleh plafond sehingga tidak langsung mengalir ke ruang di bawahnya sehingga suhu ruang dibawahnya tetap terjaga.
Selain menjaga kondisi suhu ruang dibawahnya, plafond juga berfungsi untuk melindungi ruangan-ruangan didalam rumah dari rembesan air yang masuk dari atas atap, menetralkan bunyi atau suara yang bising pada atap pada saat hujan. Selain itu juga plafond dapat membantu menutup dan menyembunyikan benda-benda (seperti: kabel instalasi listrik, telfon, pipa hawa) dan struktur atap sehingga interior ruangan tampak lebih indah.
Namun saat ini, fungsi plafond rumah juga telah mengalami perluasan persepsi, tak hanya mengakomodir fungsi-fungsi di atas, desain plafond saat ini juga dirancang sedemikian rupa sebagai pemberi kesan estetika khususnya pada interior ruangan.
Kualitas plafond rumah  dipengaruhi oleh bahan atau material plafond yang dipakai, dimana setiap bahan atau material plafond tentunya mempunyai karakteristik yang berbeda-beda. Oleh karena itu bermunculan beragam bahan dasar yang dapat diaplikasikan untuk membuat plafond dengan harga yang beragam pula.
Bila Anda masih bingung dan belum paham mengenai bahan-bahan maupun bagaimanacara memilih bahan untuk plafond rumah yang baik, berikut ini beberapa tips yang bisa Anda gunakan untuk mengetahui hal tersebut.
Sifat Bahan dan Karkteristiknya
Semua bahan untuk jenis plafond rumah merupakan bahan–bahan yang baik dan berkualitas. Mengingat bahwa plafond adalah bagian yang juga menampilkan keindahan rumah khususnya bagian interior, maka Anda harus selektif dan pandai memilah jenis dan bahan plafond yang akan digunakan.
Sebelum memilih model dan bahan dasar plafond yang akan Anda aplikasikan pada bagian langit-langit rumah, ada baiknya Anda mempelajari keunggulan dan kelemahan dari tiap jenis dan bahan plafond tersebut.
Tripleks
Plafond berbahan tripleks merupakan jenis penutup plafond yang sering dipakai. Ukuran tripleks dipasaran adalah 122 cm x 244 cm dengan ketebalan 3 mm, 4 mm dan 6 mm. Pemasangan plafond ini dapat dipasang lembaran tanpa dipotong-potong maupun dapat dibagi menjadi empat bagian supaya lebih mudah dalam penataan dan pemasangannya. Rangka plafond dapat menggunakan kasau 4/6 atau 5/7 dengan ukuran rangka kayu 60 cm x 60 cm.
Keunggulan jenis plafond tripleks proses pengerjaannya lebih mudah dan dapat dilakukan oleh tukang kayu sehingga Anda tidak kesulitan dalam pengerjaannya. Material tripleks mudah didapatkan di pasaran dengan harga yang relatif murah dan bahan yang ringan memudahkan pengguna dalam perbaikan apabila terjadi kerusakan untuk menggantinya.
Kelemahan bahan tripleks tidak tahan terhadap api sehingga mudah terbakar dan apabila sering terkena air atau rembesan maka akan mudah rusak.
a
Eternit atau Asbes
Dalam pasaran ukuran plafond eternit atau asbes adalah 1.00 m x 1.00 m dan 0.50 m x 1.00 m. Cara pemasangan pun sama dengan plafond tripleks. Anda dapat menggunakan kasau 4/6 atau 5/7 dengan ukuran rangka kayu 60 cm x 60 cm untuk rangka plafon.
Keunggulannya selain mudah didapat dipasaran, proses pengerjaan pun mudah sehingga tidak menemui kendala. Bahannya yang ringan memudahkan pengguna untuk dapat mengganti apabila terjadi kerusakan.
Kelemahan bahan dari eternit atau asbes tidak tahan terhadap goncangan dan benturan sehingga harus berhati-hati dalam proses pemasangan plafond supaya tidak patah atau retak.
Serat (Fiber)
Saat ini plafond fiber sudah banyak digunakan. Dalam aplikasi untuk plafond rumah menggunakan papan GRC (Glassfiber Reinforced Cement) Board. Harganya relatif murah dibandingkan dengan tripleks. GRC Board mempunyai ukuran 60 cm x 120 cm dengan ketebalan standar 4 mm. Rangka plafond dapat mengunakan kaso 4/6 atau 5/7 maupun besi hollow 40 mm x 40 mm.
Keunggulan plafond GRC tahan terhadap api dan air, lebih kuat, ringan dan luwes. Proses pengerjaanya cukup mudah.
Kelemahan sama dengan plafond eternit atau asbes tak tahan benturan. Material GRC di beberapa daerah masih jarang di jumpai.
Gypsum Board
Plafond gypsum salah satu jenis plafond yang sudah banyak digunakan untuk menutup langit-langit rumah. Ukuran untuk plafond gypsum adalah 122 cm x 244 cm. Untuk rangka seperti GRC Board anda dapat menggunakan kaso maupun besi hollow 4/4 dan 4/2.
Keunggulan, pada saat terpasang plafond gypsum memiliki permukaan yang terlihat tanpa sambungan sehingga banyak diminati masyarakat. Proses pengerjaanya pun lebih cepat. Mudah diperoleh, diperbaiki serta diganti.
Kelemahan, tidak tahan terhadap air sehingga mudah rusak ketika terkena air atau rembesan air. Tidak semua tukang dapat mengerjakannya, perlu keahlian khusus untuk mengaplikasikannya.
Akustik Board
Plafond akustik merupakan solusi bagi Anda yang merencanakan sebuah ruangan yang dapat meredam kebisingan. Karena plafond akustik merupakan plafond yang tahan terhadap batas ambang kebisingan tertentu. Ukuran yang tersedia adalah 60 cm x 60 cm dan 60 cm x 120 cm. Plafond akustik dapat dipasang dengan rangka kayu atau bahan metal pabrikan yang sudah jadi.
Keunggulan, dapat meredam suara sehingga untuk kebutuhan ruangan tertentu banyak dipakai oleh masyarakat. Bobotnya relatif ringan sehingga mudah untuk perbaikan atau diganti dan proses pengerjaannya cepat.
Kelemahan, tidak tahan air dan di daerah tertentu masih jarang dijumpai serta harganya relatif lebih mahal.
Demikianlah artikel tentang berbagai jenis material untuk plafond beserta karatteristiknya, dengan mengetahui karakteristik dari tiap-tiap bahan maka Anda dapat mengtahui kelebihan dan kekurangan dari tiap-tiap bahan. Selamat memilih bahan untuk plafond rumah Anda..
..

Senin, 04 April 2016

YPICAL COST
Generally all the items normally in a Building Contract are included with the exception of site works outside the building area; cost of land; demolition; legal and professional fees; utility connection charges, developer's overheads and expenses, loose furniture, fittings and (operating/manufacturing) equipment (except where noted); Value Added Tax (VAT) and specific site requirements. In addition, due to the volatility of the exchange rates of the Rupiah to foreign currencies at the time of preparation of these costs, an exchange rate has had to be assumed (as noted below) upon which the construction costs set out below are predicated.
Apartment/Residential Building Type Base Building Works
Type
Base Building Works
(US$/m2 - GFA)
FF. & E
(US$/m2 - GFA)
A
600 - 700
250 - 300
B
500 - 600
200 - 250
C
400 - 500
150 - 200
Hotels (International Star Room)
Type
Base Building Works
(US$/Room Bay)
FF. & E
(US$/Room Bay)
Total
(incl. FF.&E)
(US$/Room Bay)
5 star
70,000 - 110,000
35,000 - 50,000
105,000 - 160,000
4 star
50,000 - 60,000
20,000 - 30,000
75,000 - 95,000
3 star
40,000 - 50,000
15,000 - 20,000
60,000 - 75,000
Budget Hotel
-
-
-
Multi Storey Offices Buildings
Type
US$/m2 (G.F.A)
Premium
650 – 850
A
550 – 650
B
500 - 550
C
400 – 500
NB. Excluding tenancy works
Shopping Centres / Mall
Type
US$/m2 (G.F.A)
A
500
B
450
C
400
NB. Costs are dependent on the extent of fitting out by the building Owner
Industrial Buildings (including Infrastructure)
Type
US$/m2 (G.F.A)
Light Industrial
300
Medium Industrial
400
Heavy Industrial
600
Notes :
  • G.F.A = Gross Floor Area (as defined for Cost Engineering purposes by Korra)
  • The above mentioned costs are based upon the following exchange rate :
    US$ 1,00 = Rp. 12.000.-
    Yen 1,00 = Rp. 100.-
These costs, prepared in December 2013, are typical of projects handled by Korra and may be used to establish broad budgetary targets. Individualprojects shoul be examined in more detail; Korra is qualified to project the likely cost of a specific development or construction, wherever it may located.

Selasa, 29 Maret 2016

Download Ketentuan Standard Detail Struktur

Dalam Proyek konstruksi, terutama gedung. Dibutuhkan banyak acuan dan standar untuk menciptakan suatu konstruksi yang kokok. Hitungan dari Perencana Struktur belum ada artinya, sebelum Ia membuat Gambar rekayasa struktur, yaitu  gambar- gambar yang disiapkan oleh Perencana Struktur yang mencakup secara lengkap catatan- catatan dan informasi penting dalam bentuk yang dapat ditafsirkan tepat dan akurat agar dapat diaplilasika di lapangan.

Kewajiban Perencana Struktur adalah melengkapi persyaratan- persyaratan desain dengan keterangan yang jelas, dan kewajiban Pembuat Detail adalah melaksanakan persyaratan- persyaratan tersebut. Spesifikasi atau gambar- gambar dari Perencana Struktur yang kurang jelas atau kurang lengkap tidak boleh diserahkan begitu saja kepada Pembuat Detail. Perencana Struktur tidak boleh menginstruksikan Pembuat Detail agar mencari sendiri informasi yang diperlukan untuk menyiapkan gambar- gambar pelaksanaan dari suatu referensi tertentu.

Informasi yang diperlukan oleh Pembuat Detail harus ditafsirkan sendiri oleh Perencana Sruktur dan diberikan dalam bentuk detail perencanaan yang spesifik atau catatan yang jelas untuk dipatuhi Pembuat Detail. Jika ditemukan ketidaklengkapan, keraguan, atau ketidakcocokan, maka informasi tambahan, penjelasan, atau koreksi yang diminta oleh Pembuat Detail harus diberikan kepada Perencana Struktur. Dalam proyek konstruksi terutama Gedung, banyak kita jumpai detail- detail perencanaan yang berupa detail penulangan, panjang penjangkaran, bengkokan, kait, sambunga (joint), dll yang semuanya harus akurat untuk menjamin kekuatan struktur yang Kita bangun. Berikut adalah beberapa hal yang harus diperhitungkan.

1. Kait Standar

Pembengkokan tulangan harus memenuhi ketentuan sebagai berikut:
  • Bengkokan 180° ditambah perpanjangan 4db, tapi tidak kurang dari 60 mm, pada ujung bebas kait.
  • Bengkokan 135° ditambah perpanjangan 6db, tapi tidak kurang dari 75 mm, pada ujung bebas kait.
  • Bengkokan 90° ditambah perpanjangan 12db pada ujung bebas kait.
Detail dari pembengkokan tulangan dijelaskan pada Tabel 1 berikut.

Tabel 1. Kait Standar untuk Tulangan Utama



2. Kait Pengikat dan Sengkang


Ketentuan untuk sengkang dan kait pengikat adalah sebagai berikut :
  • Batang D-8 sampai D-25 bengkokan 135° ditambah perpanjangan 6ds atau tidak kurang dari 75 mm pada ujung bebas kait.
  • Batang D-16 dan yang lebih kecil, bengkokan 90° ditambah perpanjangan 6ds pada ujung bebas kait.
  • Batang D-19, D-22, dan D-25, bengkokan 90° ditambah perpanjangan 12ds pada ujung bebas kait.  
 Tabel 2. Kait Standar untuk Sengkang dan Kait Pengikat
  

Detail dari penggambaran sengkang dapat dilihat pada Gambar berikut :

 Gambar1. Detail Sengkang Secara Umum


Gambar 2.  Detail Alternatif  pada Sengkang

3. Diameter Bengkokan Minimum

Diameter untuk bengkokan minimum tulangan harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :
  • Diameter bengkokan yang diukur pada bagian dalam batang tulangan tidak boleh kurang dari nilai dalam Tabel 2.2. Ketentuan ini tidak berlaku untuk sengkang dan sengkang ikat dengan ukuran D-10 hingga D-16.
  • Diameter dalam dari bengkokan untuk sengkang dan sengkang ikat tidak boleh kurang dari 4db untuk batang D-16 dan yang lebih kecil. Untuk batang yang lebih besar daripada D-16, diameter bengkokan harus memenuhi Tabel 3.
  • Diameter dalam untuk bengkokan jaring kawat baja las (polos atau ulir) yang digunakan untuk sengkang dan sengkang ikat tidak boleh kurang dari 4db untuk kawat ulir yang lebih besar dari D7 dan 2db untuk kawat lainnya.  
Tabel 3. Tabel Diameter Bengkokan Minimum
 

4. Batasan Spasi Tulangan

Batasan spasi tulangan yang diizinkan adalah sebagai berikut :
  • Jarak bersih antara tulangan sejajar dalam lapis yang sama, tidak boleh kurang dari db ataupun 25 mm.
  • Bila tulangan sejajar tersebut diletakkan dalam dua lapis atau lebih, tulangan pada lapis atas harus diletakkan tepat di atas tulangan di bawahnya dengan spasi bersih antar lapisan tidak boleh kurang dari 25 mm.
Batasan spasi penulangan balok dapat dilihat pada Gambar berikut :


  
Keterangan :
b1        = Jarak bersih antar tulangan
Syarat  = 
> 25 mm> 1,25d dari ukuran agregat maksimum
> 1,5d


Berikut adalah contoh aplikasi detail penulangan di lapangan :

Gambar 4. Hubungan Balok Induk dengan Balok Anak


Gambar 5. Hubungan Joint Balok dengan Kolom Tipe 1

Gambar 6. Hubungan Joint Balok dengan Kolom Tipe 2

Gambar 7. Hubungan Joint Balok induk dengan Balok Anak

Gambar 8. Detail Penulangan Balok Induk

Gambar 9. Detail Penulangan Balok dengan Plat

Gambar 10. Detail Penulangan Balok dengan Plat

Gambar 11. Detail Penulangan Core Lift

Gambar 12. Detail Penulangan Core Lift

Gambar 13. Detail Penulangan Ground Tank

Gambar 14. Detail Penulangan Balok- Kolom

Gambar 15. Detail Penulangan Poer Pondasi Tiang Pancang

Gambar 16. Detail Penulangan Balok Ikat (Tie Beam)


Untuk mendownload Tata Cara Penulangan untuk Struktur Beton dalam format autoCAD bisa download disini. Semoga berman